Lewati ke konten utama

Dasar R

R adalah bahasa pemrograman yang banyak digunakan untuk statistik, data analysis, visualisasi, dan komputasi numerik. Pada praktikum ini, fokus awalnya adalah sintaks dasar dan cara menulis kode R yang mudah dibaca.

Hello World

Langkah pertama dalam mempelajari suatu bahasa pemrograman adalah memahami bagaimana cara menampilkan informasi ke layar. Di R, kita bisa menggunakan print() atau langsung menuliskan nilainya.

print("Hello World")

Penjelasan: print() digunakan untuk menampilkan teks ke console. Teks ditulis di dalam tanda kutip karena berupa string.

Mengenal Variabel

Variabel digunakan untuk menyimpan data agar bisa digunakan kembali di bagian program lain. Di R, assignment biasanya ditulis menggunakan <-.

mata_kuliah <- "Pemrograman Open Source"

print(mata_kuliah)

Penjelasan: Variabel mata_kuliah menyimpan teks. Saat dipanggil dengan print(mata_kuliah), R menampilkan isi variabel tersebut.

R juga menerima assignment dengan =, tetapi <- lebih umum digunakan dalam materi dan dokumentasi R.

nama <- "Budi"
umur = 20

print(nama)
print(umur)

Aturan Penamaan Variabel

Memberikan nama pada variabel di R memiliki beberapa ketentuan:

  • Variabel sebaiknya tidak dimulai dengan angka.
  • Variabel tidak boleh memiliki spasi.
  • Gunakan _ atau . sebagai pemisah antar kata.
  • Hindari menggunakan nama fungsi bawaan seperti mean, sum, atau data.
  • R bersifat case sensitive, sehingga nama dan Nama dianggap berbeda.
nama_mahasiswa <- "Budi"
Nama_mahasiswa <- "Ani"

print(nama_mahasiswa)
print(Nama_mahasiswa)

Penjelasan: Dua variabel di atas berbeda karena huruf besar dan huruf kecil dibaca sebagai nama yang berbeda.

Tipe Data

Tipe data adalah jenis nilai yang disimpan di dalam variabel. Beberapa tipe data dasar yang sering digunakan di R:

  • character untuk teks.
  • numeric untuk bilangan desimal atau bilangan umum.
  • integer untuk bilangan bulat.
  • logical untuk nilai benar atau salah.
  • vector untuk menyimpan banyak nilai dengan tipe data yang sama.
nama <- "Budi"
umur <- 20L
ipk <- 3.75
lulus <- TRUE
nilai <- c(80, 90, 75)

print(nama)
print(umur)
print(ipk)
print(lulus)
print(nilai)

Penjelasan: 20L membuat angka sebagai integer. TRUE adalah nilai boolean di R, dan c() digunakan untuk membuat vector.

Untuk mengecek tipe data, gunakan class() atau typeof().

print(class(nama))
print(class(umur))
print(class(ipk))
print(class(lulus))

Casting Tipe Data

Casting adalah proses mengubah nilai dari satu tipe data ke tipe data lain. Ini sering digunakan ketika data yang dibaca masih berupa teks, tetapi ingin digunakan untuk perhitungan.

umur <- "20"
umur_angka <- as.numeric(umur)

print(umur_angka + 5)

Beberapa fungsi casting yang umum digunakan:

  • as.numeric() untuk mengubah nilai menjadi angka.
  • as.integer() untuk mengubah nilai menjadi bilangan bulat.
  • as.character() untuk mengubah nilai menjadi teks.
  • as.logical() untuk mengubah nilai menjadi boolean.
angka <- as.numeric("10")
teks <- as.character(100)
status <- as.logical(1)

print(angka)
print(teks)
print(status)

Penjelasan: Tidak semua teks bisa diubah menjadi angka. Jika teks tidak dikenali sebagai angka, R biasanya menghasilkan NA.

Operator

Operator adalah simbol yang digunakan untuk melakukan operasi terhadap nilai atau variabel.

Operasi Aritmatika

a <- 10
b <- 3

print(a + b)
print(a - b)
print(a * b)
print(a / b)
print(a %% b)
print(a ^ b)

Beberapa operator aritmatika yang sering digunakan:

  • + untuk penjumlahan.
  • - untuk pengurangan.
  • * untuk perkalian.
  • / untuk pembagian.
  • %% untuk sisa bagi.
  • ^ untuk perpangkatan.

Operasi Komparasi

nilai <- 85

print(nilai == 85)
print(nilai != 75)
print(nilai > 80)
print(nilai < 80)
print(nilai >= 85)
print(nilai <= 90)

Penjelasan: Hasil komparasi adalah TRUE atau FALSE.

Operasi Logika Boolean

nilai <- 85
kehadiran <- 90

lulus_nilai <- nilai >= 75
lulus_kehadiran <- kehadiran >= 80

print(lulus_nilai & lulus_kehadiran)
print(lulus_nilai | lulus_kehadiran)
print(!lulus_nilai)

Penjelasan: & berarti dan, | berarti atau, sedangkan ! digunakan untuk membalik nilai boolean.

Contoh penggunaan dalam kasus sederhana:

nilai <- 85
kehadiran <- 90

if (nilai >= 75 & kehadiran >= 80) {
print("Mahasiswa lulus")
} else {
print("Mahasiswa belum lulus")
}

Latihan Singkat

Coba buat program sederhana dengan ketentuan berikut:

  • Buat variabel nama, umur, dan nilai.
  • Tampilkan semua variabel menggunakan print().
  • Cek tipe data masing-masing variabel menggunakan class().
  • Buat kondisi sederhana untuk mengecek apakah nilai lebih besar atau sama dengan 75.
  • Tampilkan teks "Lulus" jika kondisi terpenuhi, dan "Belum lulus" jika tidak terpenuhi.